Kamis, 12 Mei 2016

Perbedaan Tumbuhan Paku dan Lumut Adalah..! Berdasarkan Metagenesisnya

Perbedaan Tumbuhan Paku dan Lumut Adalah - Ketika musim hujan tiba, biasanya di sekitar kita akan banyak ditemukan tumbuhan paku dan lumut yang cukup banyak. Kedua jenis tanaman tersebut memiliki persamaan dan perbedaan, persamaan paku dan lumut yaitu dalam sistem klasifikasi masuk kingdom yang sama yakni Plantae. Selain masuk kingdom yang sama, keduanya juga suka tumbuh di tempat yang kelembabannya tinggi. Meskipun memiliki persamaan, namun terdapat pula perbedaan tumbuhan paku dan lumut. Dengan adanya perbedaan tumbuhan paku dan lumut ini, maka keduanya digolongkan dalam filum yang berbeda yakni filum Pteridhophyta untuk paku dan Bryophita untuk lumut.
Perbedaan tumbuhan paku dan lumut setidaknya bisa terlihat dari 6 aspek. Pertama, berdasarkan ada atau tidaknya akar, batang, daun sejati. Kedua, berdasarkan ada atau tidaknya pembuluh angkut. Ketiga, berdasarkan bentuk tubuh. Keempat, berdasarkan fase yang dominan dalam siklus hidupnya. Kelima, berdasarkan wujud pada fase gametofit. Dengan berdasarkan pada 5 perbedaan tumbuhan paku dan lumut ini, maka ketika Anda mencari perbedaan antara kedua jenis tumbuhan yang sama-sama suka hidup di tempat lembab akan menjadi lebih mudah menemukan sesuai dengan karakternya.

Setelah mengetahui 6 dasar yang digunakan untuk menentukan perbedaan tumbuhan paku dan lumut, Anda tentu penasaran dengan habitatnya. Terkait dengan habitatnya, mungkin Anda masih bertanya-tanya, mengapa tumbuhan lumut memerlukan habitat yang lembab untuk tempat hidupnya? Hal tersebut karena pada lumut air dan mineral yang digunakan sebagai salah satu bahan untuk fotosintesis, masuk ke dalam tubuh melalui proses difusi. Di dalam proses difusi, agar dapat terjadi perpindahan zat maka konsentrasi zat pelarut harus lebih tinggi daripada zat terlarut. Selanjutnya, mari kita bahas mengenai perbedaan tumbuhan paku dan lumut lebih detail.

Perbedaan tumbuhan paku dan lumut dilihat berdasarkan kenampakan morfologinya. Pada tumbuhan paku antara akar, batang, dan daunnya sudah bisa dibedakan dengan jelas, sedangkan pada tumbuhan lumut belum bisa dibedakan dengan jelas. Oleh karena itu, ketika kita melihat lumut yang tampak biasanya hanya seperti lembaran berwarna hijau saja, sementara ketika melihat tumbuhan paku kita sudah bisa melihat wujud tanamannya dengan jelas. Perbedaan tumbuhan paku dan lumut selanjutnya bisa diamati dari berkas pembuluh angkut. Tumbuhan paku tergolong dalam tumbuhan tracheophyta yaitu tumbuhan yang berpembuluh, sedangkan lumut adalah Thallophyta yaitu tak berpembuluh.

Bentuk tubuh tumbuhan paku adalah kormus, sedangkan pada tumbuhan lumut bentuk tubuhnya adalah tallus. Kormus maksudnya yaitu bagian-bagian tubuhnya sudah dapat dibagi sesuai dengan fungsinya, misalnya daun untuk fotosintesis, akar untuk menyerap air dan mineral. Sedangkan tallus belum bisa dibagi berdasarkan fungsinya. Inilah yang menjadi penanda paling mudah untuk mengetahui perbedaan tumbuhan paku dan lumut. Selanjutnya berdasarkan fase yang paling dominan di dalam siklus hidupnya. Pada tumbuhan paku, fase hidup yang paling dominan adalah fase sporofit sedangkan pada pada tumbuhan lumut adalah gametofit. 
perbedaan-metagenesis-tumbuhan-paku-dan-lumut,jelaskan-metagenesis-tumbuhan-paku-dan-lumut,skema-metagenesis-tumbuhan-paku-dan-lumut,

Perbedaan tumbuhan paku dan lumut yang terakhir yaitu berdasarkan wujud dalam fase gametofit dan sporofit. Dalam fase gametofit, lumut wujudnya adalah lumut dan pada fase sporofit wujudnya adalah protonema. Pada tumbuhan paku, dalam fase gametofit bentuknya adalah protalium, sedangkan pada fase sporofit bentuknya adalah tanaman paku. Itulah tadi 5 perbedaan tumbuhan paku dan lumut. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah contoh yang termasuk tumbuhan paku dan lumut. Contoh tumbuhan lumut adalah Marchantia, Anthocerros sp, dan Spagnum squarosum. Contoh tumbuhan paku adalah Psilotum nodum, Equisetum debile, dan Azolla pinnata.

Azolla pinnata adalah jenis paku yang sangat bermanfaat dalam dunia pertanian karena dapat dijadikan pupuk. Paku Azolla pinnata dapat dijadika pupuk karena paku jenis ini dapat bersimbiosis dengan bakteri Cyanobacteria atau Anabaena yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara. Adanya simbiosis yang mampu nitrogen bebas ini akan meningkatkan kadar nitrogen dalam tanah, sehingga tanah untuk persawahan menjadi semakin subur. Azolla pinnata sudah lama dikenal sebagai pupuk hijau, dan pupuk ini sangat cocok digunakan di daerah sawah yang selalu tergenang air. Demikianlah pembahasan mengenai 5 perbedaan tumbuhan paku dan lumut.