Sunday, April 10, 2016

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Secara Umum

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Secara Umum - Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern secara umum. Bioteknologi merupakan upaya pemanfaatan makhluk hidup atau organisme yang dilakukan secara terpadu serta bertujuan demi meningkatkan sebuah nilai guna pada sesuatu hal atau barang demi menyejahterakan manusia. Pada bioteknologi itu sendiri terdapat 2 macam, diantaranya bioteknologi konvensional dan modern. Di mana terdapat beberapa perbedaan antara bioteknologi konvensional dan modern yang perlu kita ketahui.
perbedaan bioteknologi konvensional dan modern dalam bentuk tabel,perbedaan bioteknologi konvensional dan modern terletak pada,perbedaan bioteknologi konvensional dan modern beserta contohnya,

Baca juga: Apa Perbedaan Drama dan Teater Dalam Kesenian Sastra

Sebelum kita menjelaskan tentang perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, ada baiknya untuk menjelaskan lebih detail mengenai bioteknologi. Bioteknologi merupakan upaya penggunaan mikroorganisme beserta produk yang diproduksinya untuk dapat menghasilkan bahan minuman, makanan, antibotika, enzim, pengolahan limbah sampai menghasilkan sebuah energi yang dinamakan biogas. Untuk mengetahui perbedaan jenis bioteknologi konvensional dan modern, ini tentunya kita harus mengetahui pengertian dan penerapan kedua jenis bioteknologi tersebut.

Pengertian Bioteknologi Modern dan Konvensional

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern dapat diketahui jika kita mengenal apa itu pengertian bioteknologi modern dan konvensional. Dimana bioteknologi konvensional adalah bioteknologi dengan memanfaatkan sejumlah mikroorganisme bertujuan untuk menghasilkan asam asetat, alkohol, gula, maupun bahan makanan, misalnya tape, kecap, oncom dan tempe. Adapun bioteknologi konvensional ini ditandai adanya penggunaan akan makhluk hidup langsung. Perbedaan pengertian bioteknologi konvensional dan modern, untuk bioteknologi modern sudah melibatkan manipulasi gen, jaringan hidup dan sel-sel.

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern sendiri sejak kemunculan bioteknologi modern di tahun 1953 saat penemuan dari struktur asam deoksiribonukleat yang biasa dikenal sebagai DNA serta berikut cara informasi genetik yang diturunkan pada generasi yang satu ke generasi berikutnya. Jadi, bisa dikatakan perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, terdapat pada penggunaan gen maupun sel-sel serta jaringan hidup yang dimanfaatkan pada bioteknologi modern. Untuk mengetahui lebih jelas perbedaan keduanya, kita bisa melihat kekurangan dan kelebihan dari kedua metode ini.

Kekurangan dan Kelebihan Bioteknologi Konvensional

Untuk mengetahui perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, kita bisa menyimpulkan kelebihan dari bioteknologi konvensional diantaranya meningkatkan mutu atau nilai gizi produk-produk minuman dan makanan, menciptakan sebuah sumber makanan yang baru, bisa membuat makanan tahan lama, dan secara tak langsung bisa meningkatkan sistem perekonomian rakyat sebab perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, untuk bioteknologi konvensional sendiri tak memerlukan banyak biaya. Hal inilah yang membuat masyarakat kecil pun dapat melakukan serta menjual produknya demi kehidupan sehari-hari. 

Adapun kekurangan bioteknologi konvensional yang menjadi salah satu perbedaan bioteknologi konvensional dan modern ini, di antaranya tak bisa mengatasi masalah dari ketidaksesuaian sistem genetik, produk tak bisa diperkirakan sebelumnya, perbaikan dari sifat genetik tak terarah, membutuhkan waktu relatif lebih mala demi memperoleh galur yang baru dan tak bisa mengatasi permasalahan di alam pada sistem budidaya suatu tanaman, contohnya hama. Hal inilah yang menjadi perbedaan bioteknologi konvensional dan modern.

Kekurangan dan Kelebihan Bioteknologi Modern

Di samping kelebihan dan kekurangan bioteknologi konvensional, hal yang menjadikan perbedaan bioteknologi konvensional dan modern terdapat pada kelebihan dan kekurangan bioteknologi modern. Kelebihan bioteknologi modern adalah menciptakan obat-obatan, mengatasi permasalahan dari pelestarian spesies yang hampir punah dan langka, menciptakan berbagai macam bibit unggul untuk memberikan produk yang bermutu tinggi, membuat pemberantas hama menurut biologis, bisa melakukan pengolahan terhadap biji besi, serta membantu manusia untuk mengatasi permasalahan terhadap sumber daya energi.

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern dari kerugian atau kekurangan yang ditimbulkan oleh bioteknologi modern ini tergolong cukup banyak dibandingkan bioteknologi konvensional. Dari segi budaya, pemanfaatan bioteknologi modern dengan menyisipkan gen dari suatu MH menuju MH lainnya bertentangan dengan yang namanya nilai budaya serta melanggar suatu hukum alam. Dari segi sosial ekonomi, penggunaan bioteknologi ini menimbulkan adanya kesenjangan di antara perusahaan atau negara yang menggunakan bioteknologi ini terhadap yang belum menggunakan bioteknologi ini. 

Kekurangan yang ditimbulkan dari bioteknologi modern berikutnya adalah dari dampak kesehatan, dimana dengan adanya suatu produk yang diproduksi dari hasil rekayasa sebuah genetik bisa menyebabkan masalah serius, seperti kematian karena pemakaian insulin. Dampak pada lingkungannya yaitu dengan pelepasan organisme dari transgenik pada alam bisa menyebabkan pencemaran secara biologi. Itulah beberapa perbedaan bioteknologi konvensional dan modern dilihat dari keunggulan dan kekurangan kedua jenis bioteknologi ini!