Minggu, 17 April 2016

Perbedaan AC dan DC Dalam Arus Listrik

Perbedaan AC dan DC serta pengertiannya - Arus AC dan DC sebenarnya bisa dibedakan jika kita melihat bentuk gelombang kedua arus tersebut memakai Oscilloscope. Jika kita membahas perbedaan arus AC dan DC, tentu kita harus memahami pengertian keduanya terlebih dulu. AC dan DC merupakan sejenis arus listrik atau tegangan yang memiliki karakteristik, sifat serta bentuk gelombang berbeda, tetapi memiliki besaran dan satuan yang sama yakni ampere pada satuan arus listrik, watt pada satuan daya dan volt pada satuan tegangan. Untuk lebih memahami apa perbedaan AC dan DC, tentunya kita harus memahami kedua jenis arus listrik ini dengan detail. Agar Anda bisa memahami apa perbedaan antara arus AC dan DC, berikut kami ulas pengertian kedua arus ini dengan jelas!

pengertian ac dan dc,perbedaan arus searah dan arus bolak balik,sumber tegangan ac dan dc,perbedaan listrik ac dc,beda ac dc,perbedaan arus ac dan dc pada motor,

Baca juga: Perbedaan Agama Hindu dan Budha Lengkap

Pengertian AC atau Arus Bolak Balik

Arus bolak-balik atau arus listrik AC merupakan listrik di mana arusnya selalu terlihat berubah-ubah jika dilihat dari arah besarnya. Perbedaan AC dan DC, di mana umumnya arus listrik AC membentuk sebuah gelombang dengan sebutan sinusoida. Adapun di Indonesia sendiri mengaplikasikan arus listrik bolak-balik atau AC memakai frekuensi sebesar 50Hz. Sementara tegangan standar di Indonesia yang diaplikasikan sendiri yakni 220 volt pada listrik 1 fasa.

Perbedaan tegangan AC dan DC pada penerapannya, di Indonesia sendiri sumber arus listrik AC ini terdapat pada generator AC dengan PLTD, PLTU, PLTA dan lain sebagainya.

Pengertian DC atau Arus Searah

Perbedaan AC dan DC untuk arus DC merupakan arus listrik di mana alirannya selalu tetap atau konstan, selain itu setiap terminal mempunyai polaritas yang sama. Di mana arus DC ini mengalir dari sebuah titik dengan energi potensial yang tinggi ke titik yang lain dengan energi potensial yang lebih rendah. Arus DC umumnya diaplikasikan pada sebuah rangkaian elektroda memakai tegangan rendah. Perbedaan AC dan DC pada penggunaannya ini terdapat pada sumber arus listrik DC itu sendiri, yakni pada Baterai.

Pemakaian Arus Bolak-Balik (AC) dan DC (Searah)

Perbedaan AC dan DC lainnya masih dalam aplikasi kedua arus AC dan DC ini. Dimana arus DC umumnya banyak digunakan dalam rangkaian elektroda, misalnya untuk speaker aktif, jam dinding, PC, handphone dan lain sebagainya. Sementara pemakaian arus AC sendiri biasanya untuk menyuplai seluruh kebutuhan listrik yang ada di rumah, tetapi yang murni memakai arus AC ini misalnya blender, kipas angin, solder, setrika, pompa air dan lain sebagainya. Hal inilah yang menjadi perbedaan AC dan DC.

Hubungan Arus AC dan DC

Di samping perbedaan AC dan DC, terdapat hubungan antara kedua arus ini. Seperti misalnya pada PC atau TV sebenarnya jenis arus yang bisa masuk lewat kabel steker yaitu arus AC lalu diubah ke dalam arus DC. Tak hanya diubah ke dalam arus searah, tetapi juga diturunkan memakai sejenis trafo step down, bisa juga memakai rangkaian dari regulator AC matic. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan baterai dapat diganti memakai adaptor. 

Jika arus AC ini bisa diubah menjadi arus searah atau DC, bagaimana dengan arus DC menjadi arus AC? Perubahan arus DC ke AC sebenarnya juga bisa terjadi melalui pembuatan rangkaian inverter sehingga bisa diubah dari DC ke AC serta bisa menaikkannya. Jadi, salah satu Perbedaan AC dan DC yaitu jika perubahan arus AC ke DC harus diturunkan memakai trafo step down, sedangkan perubahan arus DC ke AC harus dinaikkan dengan memakai inverter. 

Selain itu, banyak orang beranggapan salah satu perbedaan AC dan DC adalah arus AC bisa menimbulkan setruman dibandingkan arus DC. Adapun hal tersebut disebabkan arus DC umumnya terdapat pada arus dalam adaptor atau baterai dengan tegangan 1,5 sampai 30 VDC jika mencapai ratusan hingga ribuan volt, tentunya bisa membahayakan dan lebih kuat dari pada arus AC.

Perbedaan AC dan DC di mana dalam arus AC sendiri bisa menyebabkan setruman disebabkan jalur fasa yang terpegang sedangkan kita tengah menyentuh arde/ground. Sehingga arus AC ini mengaliri badan kita. Hal inilah yang membuat Anda kesetrum. Hal inilah yang menyebabkan beberapa Perbedaan AC dan DC.