Rabu, 27 April 2016

Mengenal Perbedaan Demokrasi Liberal dan Terpimpin di Indonesia

Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin mungkin untuk sebagian orang tidak mudah membedakannya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui ketika tengah membahas tentang Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin. Namun sebelum mengetahui tentang perbedaan antara demokrasi liberal dan juga demokrasi terpimpin, apakah Anda sudah memahami dengan jelas pengertian dari Demokrasi sendiri?

Baca juga: Perbedaan DSLR dan SLR Kamera

Demokrasi sendiri merupakan rakyat yang berkuasa. Mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah demokrasi terpimpin dan juga demokrasi liberal. Apakah Anda mengetahui tentang perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin? Yang mungkin saja Anda masih belum memahami tentang dua jenis demokrasi tersebut? Pengertian demokrasi terpimpin adalah presiden sebagai pemegang penuh kekuasaan tertinggi.

Di Indonesia sendiri demokrasi terpimpin terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Hal ini dikarenakan karena Soekarno pada saat itu mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Karena kekuasaan tertinggi terletak di tangan presiden membuat banyak sekali rakyat Indonesia yang menentangnya. Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin akhirnya terjadi begitu demokrasi terpimpin berakhir.

Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin memang terjadi ketika banyak sekali penentangan. Itulah yang membuat demokrasi terpimpin menjadi lebih bertahan lama karena memang memiliki presiden yang memegang kekuasaan sehingga memudahkan presiden mengatur sebuah negara. Berbeda dengan demokrasi liberal yang melindungi hak-hak individu sehingga di dalam kebijakan juga diterapkan hal tersebut. 

Dari pengertian demokrasi liberal dan terpimpin diatas tentunya akan memudahkan Anda dalam membedakannya. Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin memang terletak pada hak-hak rakyat yang menjadi perbedaannya. Di dalam demokrasi terpimpin, hak-hak rakyat masih sulit untuk dijadikan salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu ketika di Indonesia terjadi perubahan sistem demokrasi membuat banyak sekali kerusuhan yang terjadi.

Di negara maju, penggunaan demokrasi liberal memang sudah diterapkan dalam setiap pemerintah negara tersebut melakukan pengambilan keputusan. Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin yang terletak pada hak-hak individu rakyat ketika dalam pengambilan keputusan inilah yang membuat banyak sekali hal-hal yang berbeda. Selain tingkat kerusuhan dan juga tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. 

Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin di Indonesia pada era pemerintahan Soekarno memang menggunakan demokrasi terpimpin. Faktor-faktor terbentuknya demokrasi terpimpin ini sendiri membuat adanya dominasi dari Presiden. Mengingat presiden merupakan pemimpin tertinggi. Hal itulah yang membuat tidak berfungsinya lembaga tertinggi Indonesia saat itu. Dengan adanya keputusan di tangan Presiden itulah yang membuat banyak sekali masyarakat Indonesia merasa belum merdeka. 

Namun, sebelum Indonesia menggunakan Demokrasi terpimpin pada tahun 1959, Indonesia pernah menggunakan demokrasi liberal pada tahun 1950. Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin yang terjadi ini memang dalam prosesnya lebih dulu diberlakukan di Indonesia adalah demokrasi liberal. Hal itu disebabkan karena adanya persaingan antar partai politik. Demokrasi liberal juga sering disebut parlementer.

perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin dalam bentuk tabel,perbedaan ciri-ciri demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin,perbedaan politik demokrasi liberal dan terpimpin,

Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin juga terletak pada pemimpin kekuasaan tertinggi di pemerintahan. Masih ingatkah Anda jika Indonesia pernah dipimpin oleh Perdana Menteri? Hal itu pernah terjadi pada masa demokrasi liberal. Namun tugas Perdana Menteri sendiri tidak bertanggung jawab sebagai presiden tetapi kepada DPR. Jadi di dalam demokrasi liberal ini terdapat dua kepala pemerintahan yaitu presiden dan juga perdana menteri.

Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin juga terletak pada kekuatan militer di Indonesia. Pada masa demokrasi terpimpin, peran militer sangatlah luas karena juga merupakan salah satu unsur politik yang memang harus dijaga. Sedangkan pada masa demokrasi liberal, sistem kabinet yang dijalankan tidaklah bertahan dengan lama. Atau dapat juga disebut masa jabatannya sangatlah terbatas. 

Ketika dalam masa demokrasi liberal memang hak asasi manusia dapat lebih diakui. Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin juga terletak pada hak asasi manusianya yang menjadi sorotan. Dimana pada masa demokrasi terpimpin, hak asasi manusia masih cenderung dibatasi mengingat presiden merupakan pemegang kendali terbesar di Indonesia kala itu. Di dalam demokrasi liberal ini memang banyak sekali kelompok minoritas yang dapat berjuang untuk mempertahankan kelompoknya.

Perbedaan demokrasi liberal dan terpimpin memang sangatlah berbeda walaupun keduanya sama-sama merupakan demokrasi. Namun perbedaan yang sangat mencolok tentang pembagian tugas dalam pemerintahan akan berbeda satu sama lainnya. Dimana adanya perbedaan dalam sistem pemerintahan yaitu adanya presiden dan juga adanya perdana menteri dalam demokrasi liberal dan hanya kewenangan presiden di dalam demokrasi terpimpin.