Selasa, 10 Mei 2016

Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi Berdasarkan Ukuran Partikel

Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi - Berdasarkan ukuran dari partikel, sistem dispersi dibagi menjadi larutan, koloid dan suspensi. Ketiganya merupakan campuran atau kumpulan dari zat-zat yang berbeda tetapi terdapat perbedaan larutan koloid dan suspensi. Di dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai contoh larutan, koloid, maupun suspensi, hanya saja kita mungkin tidak terlalu menghiraukan contoh tersebut masuk ke dalam kategori apa. 


perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-dalam-bentuk-tabel,-perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-kasar,-perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-pdf,-perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-ppt,-
Perbedaan Limbah Organik dan Anorganik

Definisi Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan larutan koloid dan suspensi, maka perlu untuk memahami definisi dari masing-masing.

• Larutan

Sebagai permulaan untuk mengetahui perbedaan larutan koloid dan suspensi maka diketahui definisi larutan yang merupakan campuran dari zat yang homogen berupa dua zat atau lebih. Pada larutan terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut. Zat pelarut melarutkan zat terlarut sehingga terbentuk larutan seragam. Biasanya, jumlah dari zat pelarut lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah terlarut. Larutan bisa bersifat cair, padat, dan gas. Jika diamati dengan alat, maka terdapat molekul dan ion. Contoh dari larutan adalah larutan garam atau larutan gula.

• Koloid

Koloid merupakan campuran yang dapat bersifat homogen maupun heterogen. Perbedaan larutan koloid dan suspensi ditinjau dari ukuran partikelnya adalah ukuran partikel pada koloid berada diantara ukuran partikel larutan dan suspensi. Jadi, partikel koloid dapat dikatakan sebagai partikel menengah. Contoh dari koloid adalah susu, asap kendaraan atau asap pembakaran, dan agar-agar.

• Suspensi

Perbedaan larutan koloid dan suspensi yang utama adalah suspensi merupakan campuran zat yang heterogen. Hal ini tentunya berbeda dengan larutan sebagai campuran zat homogen dan koloid yang merupakan campuran zat homogen dan heterogen. Pada suspensi, terdapat dua komponen yang tersebar. Medianya dapat menjadi gas, padat, atau cair. Bahan tersebar pada suspensi biasanya adalah padat. Nah, perbedaan larutan koloid dan suspensi kasar dan juga larutan adalah ketika dilihat dengan mata telanjang. Apabila partikel larutan dan koloid tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, justru pada suspensi bisa. Misalnya campuran tepung dengan air atau air dengan lumpur. 

Dari perbedaan larutan koloid dan suspensi berdasarkan definisi yang telah diuraikan, secara sederhana dapat diambil kesimpulan bahwa masing-masing dari larutan, koloid, dan suspensi adalah campuran dari zat-zat. Larutan merupakan campuran zat homogen, koloid merupakan campuran zat yang homogen atau heterogen, dan suspensi merupakan campuran zat heterogen yang partikelnya paling dapat dilihat dengan mata telanjang. Contoh-contoh dari ketiga campuran tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, misalnya gula dan garam yang biasa kita minum sehari-hari merupakan contoh larutan. Begitu pula asap kendaraan yang ada di jalan raya adalah contoh dari koloid. 

Cara pembuatan koloid bisa dengan membuat agar-agar karena agar-agar merupakan salah satu contoh dari koloid. Untuk lebih detil dalam memahami perbedaan larutan koloid dan suspensi maka ada beberapa rangkuman seperti berikut ini.
• Perbedaan larutan koloid dan suspensi apabila larutan bersifat transparan atau jernih tetapi koloid bisa terlihat transparan atau buram.
• Koloid yang terlihat homogen apabila dilihat dengan mikroskop ultra terlihat heterogen.
• Suspensi bersifat buram.
• Partikel koloid biasanya lebih besar dibandingkan partikel at terlarut pada larutan.
• Pada diameter partikel yang tersebar, suspensi lebih besar dibandingkan koloid.
• Perbedaan larutan koloid dan suspensi salah satunya adalah larutan tidak dapat disaring, koloid dapat disaring menggunakan penyaring ultra, dan suspensi dapat disaring dengan saringan biasa.
• Ukuran diameter partikel larutan <10-7 10-5="" 10-7="" cm="" dan="" koloid="" sampai="" suspensi=""> 10-5 cm.
<10-7 10-5="" 10-7="" cm="" dan="" koloid="" sampai="" suspensi="">
Nah, dari rincian tersebut dapat dijabarkan menjadi perbedaan larutan koloid dan suspensi secara deskriptif. Pertama larutan. Larutan mempunyai 1 fase, apabila fase pada larutan adalah cair maka tidak akan bercampur dengan fase yang lain. Larutan juga bersifat jernih sehingga partikelnya benar-benar tidak terlihat dengan mata telanjang. Campuran pada larutan adalah homogen dan partikelnya tidak dapat disaring. Partikel tidak akan memisah apabila larutan didiamkan.

perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-dalam-bentuk-tabel,-perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-kasar,-perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-pdf,-perbedaan-larutan-koloid-dan-suspensi-ppt,-

<10-7 10-5="" 10-7="" cm="" dan="" koloid="" sampai="" suspensi="">
Perbedaan larutan koloid dan suspensi adalah dengan menjabarkan koloid. Koloid mempunyai dua fase, artinya apabila fase pada koloid adalah cair dapat tercampur dengan fase lainnya. Partikel pada koloid bisa jernih dan bisa keruh. Apabila dilihat dengan mata telanjang seolah homogen tetapi apabila dilihat menggunakan mikroskop ultra akan terlihat heterogen. Koloid hanya dapat disaring dengan saringan ultra dan apabila didiamkan tidak memisah.
<10-7 10-5="" 10-7="" cm="" dan="" koloid="" sampai="" suspensi="">
Terakhir sebagai perbedaan larutan koloid dan suspensi adalah penjabaran dari suspensi bahwa suspensi sama seperti koloid mempunyai dua fase. Suspensi sifatnya pasti keruh dan merupakan campuran yang heterogen. Selain itu, suspensi mudah disaring dengan alat penyaring biasa dan apabila didiamkan akan memisah.