Kamis, 10 Maret 2016

Mari Mengenali Perbedaan Bank Umum dan BPR yang Ada di Indonesia

Mari Mengenali Perbedaan Bank Umum dan BPR - Perbedaan bank umum dan BPR. Di dunia perbankan, terdapat dua macam bank yang secara legal boleh beroperasi di negara kita, yaitu bank umum dan BPR. Bank-bank konvensional atau syariah konvensional seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, CIMB, dan lain-lain masuk dalam kategori pertama. Sementara BPR biasa mendirikan cabang dalam kota dengan nama-nama yang berbeda seperti BPR Artha Huda, BPR Sejahtera, BPR Syari’ah Muamalat, dan masih banyak lagi. Lalu, sebenarnya apa sih perbedaan bank umum dan BPR ini? Cukup banyak perbedaan antara bank umum dan BPR yang bisa kita telusuri. Karena dalam undang-undang pun, kedua jenis bank ini sudah dibedakan secara asasi. Jadi baik dari definisi, cara kerja, bentuk transaksi dan mungkin saja sistem administrasinya juga berbeda.

perbedaan bank umum dan bank syariah,perbedaan bank konvensional dan bank syariah,5 perbedaan bank umum dan bpr,perbedaan bank umum dan bpr menurut fungsinya,5 macam perbedaan bank umum dan bpr,

Baca juga: Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil Pada Tumbuhan

Langsung saja tanpa perlu berlama-lama, mari kita belajar bersama mengenai aspek-aspek yang menjadi perbedaan bank umum dan BPR di Indonesia. Tiap perbedaan diwakili dalam satu poin, agar Anda lebih mudah mengidentifikasinya. Untuk Anda yang menggeluti studi bidang perbankan dan tertarik dengan wacana ekonomi, sebaiknya mengenali betul perbedaan jenis-jenis bank yang beroperasi di Indonesia. Demikian beberapa faktor yang menjadi perbedaan bank umum dan BPR.

Ini dia 6 faktor Pembeda Penting Keduanya

1. Perbedaan bank umum dan BPR sudah ditetapkan secara definitif dalam undang-undang

Sesuai dengan UU No. 10 Republik Indonesia tahun 1998 tersebut dalam pasal 1, bahwa bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha dengan cara konvensional dan atau memakai dasar prinsip syariah dalam jasa mengatur lalu lintas pembayaran. Sementara itu perbedaan antara bank umum dan BPR adalah, BPR merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha dengan cara konvensional atau bisa pula berdasarkan Prinsip syariah, akan tetapi dalam kegiatannya BPR tidak memberi jasa untuk mengatur lalu lintas dan pembayaran.

2. Perbedaan bank umum dan BPR dari bentuk himpunan dana

Bentuk simpanan bank umum memiliki varian pilihan yang lebih banyak dari BPR, yaitu deposito, giro, sertifikat deposito, tabungan berjangka, sampai dengan tabungan biasa. Sementara itu BPR sekedar diperkenankan memakai dua bentuk himpunan simpan dana saja, yaitu himpunan deposito dengan jangka dan himpunan tabungan.

perbedaan bank umum dan bank syariah,perbedaan bank konvensional dan bank syariah,5 perbedaan bank umum dan bpr,perbedaan bank umum dan bpr menurut fungsinya,5 macam perbedaan bank umum dan bpr,

3. Perbedaan bank umum dan BPR dari bentuk simpanan

Dalam sistem perbankan dikenal beberapa jenis simpanan yang biasa dipakai oleh bank. Bank umum memakai bentuk simpanan terpusat giro dan sertifikat-sertifikat deposito. Meski sama-sama bisa mengurus masalah deposito, bank BPR hanya memiliki kewenangan dengan tabungan dan deposito dalam bank.

4. Perbedaan bank umum dan BPR dari bentuk kegiatan

Sebenarnya perbedaan bank umum dengan BPR yang satu ini sudah disinggung dalam pembahasan awal. Dalam segi kegiatannya, bank umum dapat memberi atau menawarkan jasa dalam lalu lintas pembayaran, meski sayang bank BPR tidak dapat atau tidak memiliki kewenangan untuk itu.

5. Perbedaan bank umum dan BPR dari tugasnya

Baik itu bank umum ataupun BPR, sama-sama memiliki wilayah tugas yang wewenangnya ditegaskan dalam undang-undang. Tugas bank umum adalah pemberian kredit, meminjamkan dana, dan melakukan himpunan dana dalam bentuk simpanan. Sementara itu tugas bank BPR ternyata berbeda karena mencakup memberikan kredit, menawarkan peluang penempatan dana, penempatan tugas sesuai prinsip syari’ah, dan melakukan himpunan dalam bentuk tabungan.

6. Perbedaan bank umum dan BPR dari jenis transaksi

Dalam wacana perbankan, kita mengenal dua macam transaksi yaitu giral dan bukan giral. Transaksi giral diwakili oleh sistem kerja bank umum, sementara sistem kerja BPR (Bank Perkreditan Rakyat) memakai sistem kerja transaksi bukan giral. 

Dari banyaknya perbedaan bank umum dan BPR yang ditetapkan oleh pemerintah, sekarang kita jadi tahu jika dua jenis bank ini juga berada dalam wilayah yang berbeda. Beberapa orang akan lebih nyaman menggunakan jasa bank umum karena popularitasnya, namun tentu ada pula yang lebih cocok menggunakan jasa bank BPR saat ingin mendapat rekening pelayanan yang lebih privat. 

Apapun pilihan Anda, menabung tetaplah hal yang baik. Perbedaan bank umum dan BPR, atau perbedaan nama-nama bank yang begitu banyaknya itu, jangan sampai membuat Anda merasa tidak percaya dengan menabung. Bagaimanapun menabung di bank akan lebih aman dibandingkan menabung mandiri, karena Anda mendapatkan jaminan jela tentang lalu-lintas dana tabungan Anda.