Jumat, 26 Februari 2016

Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup Secara Detail dan Lengkap

Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup Secara Detail dan Lengkap - Ideologi terbagi menjadi dua jenis, yaitu ideologi terbuka dan tertutup. Terdapat karakteristik dari masing-masing ideologi sehingga menjadikan perbedaan ideologi terbuka dan tertutup. Ideologi terbuka merupakan nilai atau cita-cita dari kekayaan moral, rohaniah, dan kebudayaan masyarakatnya sendiri tanpa ada campur tangan dari luar. Ideologi tertutup merupakan filsafat yang menentukan tujuan sosial maupun politik yang harus dipatuhi.

makna pancasila sebagai ideologi terbuka,tabel perbedaan ideologi terbuka dan tertutup,pancasila sebagai ideologi terbuka,contoh ideologi terbuka dan tertutup,

Baca juga: Beberapa Perbedaan IPhone 4g dan 4s yang Wajib Anda Tahu

Karakteristik Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup

Indonesia merupakan negara yang menggunakan ideologi Pancasila. Makna Pancasila sebagai ideologi terbuka menjadikan Indonesia menghargai perbedaan-perbedaan yang ada, bahwa Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak suku bangsa, bahasa, agama, adat istiadat, dan kebudayaan. Karakteristik ideologi terbuka di Indonesia akan menjadikan kita memahami perbedaan ideologi terbuka dan tertutup. Nah, pertama adalah mengenai karakteristik dari ideologi terbuka.

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan adat dan budaya, maka salah satu karakteristik dari ideologi terbuka adalah menghargai perbedaan atau pluralitas. Masyarakat dari berbagai pelosok nusantara akan menghargai dan perbedaan tersebut dan saling menerima satu sama lain. Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup terletak pada cita-citanya. Jika ideologi terbuka berasal dari masyarakatnya, maka ideologi tertutup justru ingin merubah masyarakatnya dengan dasar yang telah ditentukan.

makna pancasila sebagai ideologi terbuka,tabel perbedaan ideologi terbuka dan tertutup,pancasila sebagai ideologi terbuka,contoh ideologi terbuka dan tertutup,

Ciri-ciri ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah tidak membatasi kebebasan. Masyarakat diminta untuk menjalankan ideologi tersebut dan bertanggung jawab satu sama lain agar tercipta keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentu ini akan menjadi salah satu perbedaan ideologi terbuka dan tertutup. Ditambah lagi, bahwa ideologi terbuka adalah kesepakatan masyarakat yang harus dijalankan bersama.

Dari apa yang sudah diuraikan, ternyata Pancasila sebagai sumber nilai terbentuk oleh masyarakat itu sendiri, ditemukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Potensi yang ada digali bersama-sama sehingga terwujud apa yang menjadi tujuan dari Pancasila maupun cita-cita bangsa. Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup yang mendasar adalah ketika ideologi terbuka diciptakan oleh masyarakatnya sendiri, maka pada ideologi tertutup, masyarakat seolah tidak dapat merasakan atau menikmati potensi mereka, apakah mereka mempunyai kelebihan masing-masing atau kebudayaan masing-masing.

Karakteristik Ideologi Tertutup Sebagai Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup

Ketika sudah memahami karakteristik dari ideologi terbuka, maka dalam mencari perbedaan ideologi terbuka dan tertutup tidaklah sulit, karena ideologi tertutup berlawanan dengan ideologi terbuka. Dalam artian, cakupan ideologi tertutup akan lebih sempit jika dibandingkan dengan ideologi terbuka. Cita-cita yang ingin dicapai dari ideologi tertutup bukanlah berasal dari cita-cita bersama masyarakatnya, tetapi lebih kepada apa yang menjadi keinginan kelompok.

Apabila suatu kelompok tersebut dapat mengubah masyarakat, maka masyarakat secara luas dipaksa mengikuti apa yang menjadi ideologinya. Dalam hal ini seperti hak-hak banyak orang bisa jadi dikorbankan. Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup dalam hal ini adalah bahwa pada ideologi terbuka masih mengakui dan menerima adanya keberagaman, baik itu dari wilayah, potensi, suku bangsa, bahasa daerah, adat, maupun kebudayaan.

Jika menelisik lebih dalam, pada ideologi tertutup seolah pluralisme adalah larangan. Jadi, semuanya harus serba mengikuti apa yang sudah menjadi ideologinya, hanya ada satu kata. Apa yang menjadi keputusan dan cita-cita adalah mutlak, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ideologi tertutup kurang cocok diterapkan di Indonesia mengingat Indonesia adalah negara yang majemuk. Jadi perbedaan ideologi terbuka dan tertutup juga bisa kita lihat di mana ideologi ini dapat diterapkan, apakah masing-masing ideologi dapat diterapkan di negara mana saja atau memang hanya negara-negara tertentu saja yang cocok menggunakan salah satu ideologi atau bahkan berpotensi kedua-duanya, tinggal memilih salah satu saja.

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan diatas, ternyata ideologi terbuka bukanlah ideologi yang dimutlakkan dan dipaksakan harus totaliter kepada masyarakatnya. Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup jelas karena pada ideologi tertutup sifatnya mutlak serta totaliter. Totaliter di sini artinya mencakup segala bidang, mulai dari pendidikan, sampai teknologi.

Ideologi terbuka memberikan kesempatan untuk bisa berkembang dan berubah secara kontinyu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang ada. Hal ini karena sifatnya tidak mutlak, menghargai perbedaan, dan fleksibel. Berarti Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi negara yang lebih baik lagi. Itulah uraian mengenai perbedaan ideologi terbuka dan tertutup.